Kamis, 09 Desember 2010

Cara Alami Atasi Mata Ikan Alias Caplak Menyebalkan

Mata ikan, nama latinnya clavus, merupakan penyakit yang disebabkan human papillomavirus (HPV). Gejala ini ditandai dengan mengerasnya lapisan kulit. Bentuknya berupa benjolan kira-kira sebesar seperempat kulit kacang.

Klavus atau mata ikan adalah penebalan kulit yang biasanya timbul di permukaan kaki, akibat tekanan dan gesekan terus menerus di bagian kaki. Selain mengganggu kenyamanan, mata ikan juga berhubungan dengan salah satu penyakit lain, salah satunya adalah gangguan saraf. Oleh sebab itu, mata ikan perlu ditangani dengan tepat.

Menurut dr.Irawati Hawari, Sp.S, spesialis saraf dari Mental health Center Hawari & Associates, Jakarta, mata ikan terjadi karena kelainan saraf pembuluh darah. Gejalanya, nyeri kronis dan luka. Kadang, nyeri ini diakibatkan gangguan saraf tepi. Mata ikan juga dapat merupakan penyakit yang timbul karena diabetes.

Sementara itu Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati di Jakarta, penyebab mata ikan antara lain adalah tumpuan berat tubuh tidak seimbang. Bisa pula karena infeksi bakteri streptococcus dan kebiasaan tubuh tidak seimbang.

Karena itu ia menganjurkan untuk menjaga keseimbangan kadar asam basa dengan jus sayuran. Hindari makanan berminyak dan manis. Oleskan tree oil atau campuran vitamin E dengan bawang putih yang dihaluskan. Setelahnya, pakai kaus kaki 100 persen katun.

Untuk mencegah mata ikan timbul kembali, pakailah sepatu dengan bantalan telapak kaki yang baik, jaga berat badan ideal, dan pilih alas kaki yang sesuai.
Berbagai cara dilakukan untuk mengangkat akar yang ada pada mata ikan seperti operasi kecil (eksesi) dan pemakaian obat luar. Operasi kecil dengan bius lokal biasa dilakukan jika mata ikan sudah lama berada di telapak kaki. Namun tahukah Anda jika getah pepaya ternyata juga dapat menyembuhkan penyakit ini?
Getah pepaya biasa digunakan untuk melunakkan daging dan obat luka bakar. Getah pepaya mengandung zat papaine yang terdiri dari banyak asam amino dan berfungsi sebagai obat luar. Getah yang berwarna putih susu dapat dijumpai pada batang, daun, maupun buah pepaya.
Penggunaannya dapat dengan dicampur kapur (enjet), lalu dioleskan merata pada mata ikan. Kandungan yang terdapat pada getah pepaya mampu memecah protein, melunakkan juga melepas sel-sel kulit mati. Bahkan, papain digunakan sebagai obat pengendali dalam pembedahan. Baiknya, gunakan getah buah pepaya yang masih muda.
Tanpa operasi kecil, cara tradisonal ini dapat diterapkan untuk mengatasi mata ikan yang membandel. Tentu saja dengan penggunaan yang teratur dan tetap menjaga kebersihan. Perlu diketahui, mata ikan dapat kambuh kembali jika akar yang ada belum bersih terangkat.
Berbeda dengan kutil yang menonjol ke luar, mata ikan menonjol ke dalam. Mata ikan seperti namanya, mempunyai inti yang terlihat seperti mata di tengah dan berwarna bening, sakit jika disentuh.
Virus ini biasanya menyerang telapak kaki atau telapak tangan, diakibatkan gesekan yang sering dengan benda keras serta sering berada pada tempat lembab. Berbagai istilah digunakan untuk menyebut penyakit ini, di antaranya caplak.
Pada bagian tengah mata ikan, biasanya dapat dijumpai 'Keratotic olug' yaitu penebalan kulit yang membentuk semacam inti yang mengeras. Inti mengeras inilah yang menimbulkan rasa nyeri saat kita berpijak, terutama saat tidak menggunakan alas kaki (akibat langsung menyentuh lantai yang keras). Bila tidak diobati, pada beberapa orang, mata ikan ini dapat mengalami infeksi dan menjadi borok yang agak dalam.

Untuk pengobatan mata ikan, biasanya faktor risiko harus diatasi terlebih dahulu, misalnya jangan menggunakan sepatu yang sempit. Saat berobat ke dokter kulit, sebelum dilakukan tindakan laser, bedah listrik, ataupun pembedahan, biasanya diawali dengan penggunaan salap yang mengandung asam salisilat dengan persentase yang cukup tinggi. Jika tidak berhasil, dapat dipilih terapi cara lain. Jadi pengobatan tidak selalu dimulai dengan pembedahan seperti menggunakan getah pepaya seperti penjelasan sebelumnya.

dr. Susie Rendra, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Praktik di Rumah Sakit Puri Indah, Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222. (fn/km/sm/dt) www.suaramedia.com

4 komentar:

  1. wah terimakasih dokter, tulisan ini bermanfaat sekali

    BalasHapus
  2. Iya sama-sama de, senang bisa membantu...

    BalasHapus
  3. Saya mau tanya dokter..sy sudah kena mata ikan semnejak bulan Juli 2012 sebelum puasa. selama ini sudah saya obati dengan calusol dan plester cina, tapi blm lepas2 jg mata ikannya.. Dan mengikuti referensi dari teman-teman yang sudah pernah mengalami hal yg sama, setelah pemakaian plester selama krg lebih 3 hari, mata ikan digosok halus dengan batu apung sampai lepas mata ikannya, sudah sy coba tapi tidak berhasil, malah keluar darahnya dari mata ikan tersebut. Apa yg harus sy lakukan Dok? apakah sy harus menjalani operasi kecil saja biar cepat sembuh? Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
  4. penderitaan saya sama dengan vincencia Rey, sdh saya coba seperti apa yg telah di lakukan Rey..namun tdk knjung sembuh,,dan parahnya mata ikan saya semakin lama semakin bertambah banyak,,saya takut operasi, krna pasti telapak tangan dan kaki saya banyak lubangnya nanti..sulit jika harus mencari pohon pepaya di kota..saya hanya curhat..kyknya tindakan yg palib benar adalah operasi. :(

    BalasHapus